Senin, 19 November 2012


Sabtu, 27 Oktober 2012
                                        Karena cinta            


            Saat pertama aku akan menuju jenjang yang lebih tinggi. Saat itu juga aku menemukan gadis yang ku sayangi. Waktu itu, aku berjalan di lorong-lorong kelas sambil membawa setumpuk kertas kosong. Tiba-tiba gadis itu keluar dari ruang kelasnya lalu menabrakku. Kertas-kertas yang ku bawa berhamburan tanpa arah. Dengan segera aku mengambil kertas-kertas yang berserakan itu. Tanpa sengaja aku memegang tangan gadis itu. Oh My God,  tangannya terasa sangat lembut. Baru kali ini aku merasakan sebuah sentuhan yang seketika itu merasuk sukmaku. Lalu aku menoleh ke arahnya, begitu pula gadis itu. Namun suasana itu hancur saat temannya memanggil dia.
“ Putri…..”
            Aku pun melepaskan tanganku,
“ Maaf”, ucapku sambil merapikan kertas-kertas yang berserakan.
“ Seharusnya aku yang minta maaf.”, jawab gadis itu sambil membantuku merapikan kertas-kertas.
            Setelah selesai dan kertas-kertas kosong itu sudah seperti tumpukan semula, kami pun berdiri.
“ Oh ya, namaku Putri. Maaf ya, tadi aku udah nabrak kamu. Maaf banget.”
“ Iya, nggak apa-apa kok. Namaku Hendra. Aku mau ke kantor dulu ya.”, jawabku dengan gugup.
            Putri hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum. Oh, sungguh manis senyumannya membuat aku terasa terbang di surga. Dia pun berlalu meninggalkanku, begitu pula aku. Aku langsung menuju ruang guru untuk menaruh kertas-kertas tersebut.
            Keesokan harinya pembagian kelas baru. Dan aku mendapatkan kelas yang sama dengan Putri. Itu membuat aku semakin dekat dengannya, dan lama kelamaan pun kami berdua tak bisa mengingkari perasaan. Aku dan Putri akhirnya menjalin hubungan. Tapi hubungan kami tidak dapat berlangsung lama. Karena ada seorang gadis yang yang mengganggu hubungan kami. Sepertinya gadis itu suka denganku, sampai-sampai dia mengancam Putri untuk menjauhiku. Saat itu Putri menghampiriku ke tempat dudukku, langsung saja Putri berkata, “ Hen, aku nggak bisa lama-lama jalani hubungan ini. Rista mencintaimu Hen, aku nggak mau menyakiti orang lain. Lebih baik kita udahan aja.”. mendengar ucapan Putri aku hanya bisa diam membisu. Belum sempat ku menjawab ucapannya, Putri telah meninggalkanku dalam keheningan.
            Esok paginya, aku menemui Rista, di hadapan teman-temannya aku langsung berkata,
“ Ris, udah puas loe lihat hubungan gue ma Putri hancur.”
“ Tapi gue suka n sayang ma loe Hen.”
“ Bullshit kata-katamu Ris, semua juga tahu kalau loe itu playgirl. Gue nggak rela kalau Putri ninggalin gue Cuma gara-gara loe. “
            Aku langsung berlalu meninggalkan Rista. Saat aku lewat di taman, temanku Ronny menghampiriku. Dia tampak sangat tergesa-gesa,
“ Hen, Hen..”
“ Ada apa Ron ?”
“ Putri hen, Putri..”
“ Kenapa Putri ? jangan bikin aku panik dong!”
“ Putri ternyata udah pindah. “
“ Pindah kemana ? kapan ?”
“ Dia pindah ke Surabaya. Kemarin katanya.”
            Tubuhku terasa lemas mendengarkan berita dari Ronny. Hatiku semakin terasa hancur, ku merasa telah kehilangan semangat hidupku.
            Satu bulan telah berlalu, semakin hari aku semakin rindu dengan Putri. Rasa cintaku padanya tak memudar, malah semakin dalam. Walaupun aku tak pernah bertemu dengan Putri, berkomunikasi pun ku tak pernah. Namun perasaanku kian menyiksa batinku. Ku hanya bisa menuangkan semua dalam sebuah diary kecil,

 Dear, diary
            Jujur, hati ini sakit, jantungku terasa remuk. Tak’kah kau mengerti tentang perasaanku. Apakah kau tidak bisa melihat dari tatapan mataku. Bahwa ku masih sangat menyayangimu. Sayu-sayu kerdipan mataku, seakan selalu melihat dirimu di hadapanku. Dan aku yakin perasaan ini tak’kan pernah sirna…

                                                                                                    By:
Broken heart Person

            Waktu begitu cepat berlalu, satu semester telah ku lalui tanpa kehadiran Putri.  Namun, tetap saja perasaanku tak berubah pada Putri. Dan aku pun telah membuat rencana, saat liburan aku akan ke Bandung mengunjungi Putri. Ibuku pun telah mengizinkan aku untu ke sana. Betapa senangnya hatiku, karena hanya tinggal menghitung hari aku sudahbisa menemui Putri.
            Waktu yang ku tunggu-tunggu t’lah tiba, setelah pamitan dengan Ibuku aku dan Ronny berangkat ke Surabaya. Aku mendapatkan alamat Putri dari Rista, setelah kejadian itu, Rista meminta maaf padaku dan dia pun berjanji akan membantuku untuk bisa bersama-sama dengan Putri lagi.
            Setibanya di alamat yang di tuju, aku langsung memasuki rumah itu. Aku dan Ronny di sambut baik oleh seorang wanita setengah baya yang tidak asing lagi bagiku, yaitu ibunya Putri.
“ Putri ada Bu ?”, tanyaku pada ibu Putri.
“ Eh, nak Hendra, ada-ada di dalam. Mari masuk.”
            Aku dan Ronny melangkahkan kakiku memasuki rumah Putri. Setelah dipersilakan duduk, Ibu Putri langsung memanggil Putri. Beberapa saat kemudian tampak Putri keluar dari kamarnya.
“ Putri….”
“ Ada apa Hen ?”, jawabnya ketus.
“ Put aku pingin ngomong sesuatu sama kamu.”
“ Ajak ke taman belakang saja Put.”, ucap Ibunya.
“ Iya Bu. Yuk Hen, kita ngomongnya di belakang saja.”
            Aku meninggalkan Ronny di ruang tamu dengan Ibunya Putri. Aku pun mengikuti langkah kaki Putri.
“ Mau ngomong apaan sih ?”
“ Put, aku nggak bisa membohongi perasaanku kalau aku masih sayang sama kamu.”
“ Nggak usah ngomong kayak gitu Hen. Bukannya kamu udah bahagia dengan Rista ? Dia lebih pantas bersanding denganmu.”
“ Nggak Put. Setelah kamu meninggalkanku, aku merasa terpuruk. Ku kehilangan semangat hidupku Put. Cuma kamu yang bisa buat aku semangat Put, Cuma kamu ratu yang bersinggasana di hatiku.”
“ Apa buktinya ?”
“ Kalau aku nggak punya rasa sama kamu, buat apa ku datang jauh-jauh ke sini  hanya untuk menemuimu Put.”
            Putri menangis di hadapanku, aku pun mengusap air mata yang mengaliri pipinya. Lalu tanganya memegang tanganku.
“ Aku juga masih sayang sama kamu Hen. Walaupun kita udah terpisahkan lama, tapi entah mengapa rasaku padamu nggak pernah bisa hilang.”
  Put, apakah aku masih bisa memilikimu lagi ?”, tanyaku penuh harpan pada Putri.
  Masih Hen, pintu hatiku masih tetap terbuka untuk menerimamu kembali.”
“ Terimakasih ya Put. Aku benar-benar sayang sama kamu Put.”
            Aku langsung memeluk Putri. Betapa bahagianya aku, ternyata nggak sia-sia aku jauh-jauh datang ke Surabaya. Aku akan mencoba untuk tetap memepertahankan Putri. Dan rencananya Putri akan kembali lagi ke Bandung semester yang akan datang. Karena masa kerja Ayahnya di Surabaya telah usai. Dan aku akan bisa bersama-sama kembali dengan Putri.




                                           By:
Dhedhe dan Nivha (APh 1)
 SMK GIRI PENDAWA

0 komentar:

Popular Posts

 

APH 1 SMK Giri PendawaRendang is Designed by Ardi Setiawan for SMK Giri Pandawa Bloggerized by TKJ
Thanks to Semua Pihak Yang Telah Membantu | Distributed by APH1 © 2012