Sabtu, 27
Oktober 2012
Karena
cinta
Saat pertama aku akan menuju jenjang
yang lebih tinggi. Saat itu juga aku menemukan gadis yang ku sayangi. Waktu
itu, aku berjalan di lorong-lorong kelas sambil membawa setumpuk kertas kosong.
Tiba-tiba gadis itu keluar dari ruang kelasnya lalu menabrakku. Kertas-kertas
yang ku bawa berhamburan tanpa arah. Dengan segera aku mengambil kertas-kertas
yang berserakan itu. Tanpa sengaja aku memegang tangan gadis itu. Oh My
God, tangannya terasa sangat lembut.
Baru kali ini aku merasakan sebuah sentuhan yang seketika itu merasuk sukmaku. Lalu
aku menoleh ke arahnya, begitu pula gadis itu. Namun suasana itu hancur saat
temannya memanggil dia.
“ Putri…..”
Aku
pun melepaskan tanganku,
“ Maaf”, ucapku sambil
merapikan kertas-kertas yang berserakan.
“ Seharusnya aku yang
minta maaf.”, jawab gadis itu sambil membantuku merapikan kertas-kertas.
Setelah selesai dan kertas-kertas
kosong itu sudah seperti tumpukan semula, kami pun berdiri.
“ Oh ya, namaku Putri.
Maaf ya, tadi aku udah nabrak kamu. Maaf banget.”
“ Iya, nggak apa-apa
kok. Namaku Hendra. Aku mau ke kantor dulu ya.”, jawabku dengan gugup.
Putri hanya menganggukkan kepalanya
sembari tersenyum. Oh, sungguh manis senyumannya membuat aku terasa terbang di
surga. Dia pun berlalu meninggalkanku, begitu pula aku. Aku langsung menuju
ruang guru untuk menaruh kertas-kertas tersebut.
Keesokan harinya pembagian kelas
baru. Dan aku mendapatkan kelas yang sama dengan Putri. Itu membuat aku semakin
dekat dengannya, dan lama kelamaan pun kami berdua tak bisa mengingkari
perasaan. Aku dan Putri akhirnya menjalin hubungan. Tapi hubungan kami tidak
dapat berlangsung lama. Karena ada seorang gadis yang yang mengganggu hubungan
kami. Sepertinya gadis itu suka denganku, sampai-sampai dia mengancam Putri
untuk menjauhiku. Saat itu Putri menghampiriku ke tempat dudukku, langsung saja
Putri berkata, “ Hen, aku nggak bisa lama-lama jalani hubungan ini. Rista
mencintaimu Hen, aku nggak mau menyakiti orang lain. Lebih baik kita udahan aja.”.
mendengar ucapan Putri aku hanya bisa diam membisu. Belum sempat ku menjawab
ucapannya, Putri telah meninggalkanku dalam keheningan.
Esok paginya, aku menemui Rista, di
hadapan teman-temannya aku langsung berkata,
“ Ris, udah puas loe
lihat hubungan gue ma Putri hancur.”
“ Tapi gue suka n
sayang ma loe Hen.”
“ Bullshit kata-katamu
Ris, semua juga tahu kalau loe itu playgirl. Gue nggak rela kalau Putri
ninggalin gue Cuma gara-gara loe. “
Aku langsung berlalu meninggalkan
Rista. Saat aku lewat di taman, temanku Ronny menghampiriku. Dia tampak sangat
tergesa-gesa,
“ Hen, Hen..”
“ Ada apa Ron ?”
“ Putri hen, Putri..”
“ Kenapa Putri ?
jangan bikin aku panik dong!”
“ Putri ternyata udah
pindah. “
“ Pindah kemana ?
kapan ?”
“ Dia pindah ke
Surabaya. Kemarin katanya.”
Tubuhku terasa lemas mendengarkan
berita dari Ronny. Hatiku semakin terasa hancur, ku merasa telah kehilangan
semangat hidupku.
Satu bulan telah berlalu, semakin
hari aku semakin rindu dengan Putri. Rasa cintaku padanya tak memudar, malah
semakin dalam. Walaupun aku tak pernah bertemu dengan Putri, berkomunikasi pun
ku tak pernah. Namun perasaanku kian menyiksa batinku. Ku hanya bisa menuangkan
semua dalam sebuah diary kecil,
Dear,
diary
Jujur, hati ini sakit, jantungku
terasa remuk. Tak’kah kau mengerti tentang perasaanku. Apakah kau tidak bisa
melihat dari tatapan mataku. Bahwa ku masih sangat menyayangimu. Sayu-sayu
kerdipan mataku, seakan selalu melihat dirimu di hadapanku. Dan aku yakin
perasaan ini tak’kan pernah sirna…
By:
Broken heart Person
Waktu begitu cepat berlalu, satu
semester telah ku lalui tanpa kehadiran Putri.
Namun, tetap saja perasaanku tak berubah pada Putri. Dan aku pun telah
membuat rencana, saat liburan aku akan ke Bandung mengunjungi Putri. Ibuku pun
telah mengizinkan aku untu ke sana. Betapa senangnya hatiku, karena hanya
tinggal menghitung hari aku sudahbisa menemui Putri.
Waktu yang ku tunggu-tunggu t’lah
tiba, setelah pamitan dengan Ibuku aku dan Ronny berangkat ke Surabaya. Aku
mendapatkan alamat Putri dari Rista, setelah kejadian itu, Rista meminta maaf
padaku dan dia pun berjanji akan membantuku untuk bisa bersama-sama dengan
Putri lagi.
Setibanya di alamat yang di tuju,
aku langsung memasuki rumah itu. Aku dan Ronny di sambut baik oleh seorang
wanita setengah baya yang tidak asing lagi bagiku, yaitu ibunya Putri.
“ Putri ada Bu ?”,
tanyaku pada ibu Putri.
“ Eh, nak Hendra,
ada-ada di dalam. Mari masuk.”
Aku dan Ronny melangkahkan kakiku
memasuki rumah Putri. Setelah dipersilakan duduk, Ibu Putri langsung memanggil
Putri. Beberapa saat kemudian tampak Putri keluar dari kamarnya.
“ Putri….”
“ Ada apa Hen ?”,
jawabnya ketus.
“ Put aku pingin
ngomong sesuatu sama kamu.”
“ Ajak ke taman
belakang saja Put.”, ucap Ibunya.
“ Iya Bu. Yuk Hen,
kita ngomongnya di belakang saja.”
Aku meninggalkan Ronny di ruang tamu
dengan Ibunya Putri. Aku pun mengikuti langkah kaki Putri.
“ Mau ngomong apaan
sih ?”
“ Put, aku nggak bisa membohongi perasaanku kalau aku masih sayang sama kamu.”
“ Nggak usah ngomong kayak gitu Hen. Bukannya kamu udah bahagia dengan Rista ? Dia lebih pantas bersanding denganmu.”
“ Put, aku nggak bisa membohongi perasaanku kalau aku masih sayang sama kamu.”
“ Nggak usah ngomong kayak gitu Hen. Bukannya kamu udah bahagia dengan Rista ? Dia lebih pantas bersanding denganmu.”
“ Nggak Put. Setelah
kamu meninggalkanku, aku merasa terpuruk. Ku kehilangan semangat hidupku Put.
Cuma kamu yang bisa buat aku semangat Put, Cuma kamu ratu yang bersinggasana di
hatiku.”
“ Apa buktinya ?”
“ Kalau aku nggak punya rasa sama kamu, buat apa ku datang jauh-jauh ke sini hanya untuk menemuimu Put.”
“ Kalau aku nggak punya rasa sama kamu, buat apa ku datang jauh-jauh ke sini hanya untuk menemuimu Put.”
Putri menangis di hadapanku, aku pun
mengusap air mata yang mengaliri pipinya. Lalu tanganya memegang tanganku.
“ Aku juga masih
sayang sama kamu Hen. Walaupun kita udah terpisahkan lama, tapi entah mengapa
rasaku padamu nggak pernah bisa hilang.”
“ Put, apakah aku masih bisa memilikimu lagi
?”, tanyaku penuh harpan pada Putri.
“ Masih Hen, pintu hatiku masih tetap terbuka
untuk menerimamu kembali.”
“ Terimakasih ya Put.
Aku benar-benar sayang sama kamu Put.”
Aku langsung memeluk Putri. Betapa
bahagianya aku, ternyata nggak sia-sia aku jauh-jauh datang ke Surabaya. Aku
akan mencoba untuk tetap memepertahankan Putri. Dan rencananya Putri akan
kembali lagi ke Bandung semester yang akan datang. Karena masa kerja Ayahnya di
Surabaya telah usai. Dan aku akan bisa bersama-sama kembali dengan Putri.
By:
Dhedhe
dan Nivha (APh 1)
SMK GIRI PENDAWA
06.37
AST Tour Driver Bali

0 komentar:
Posting Komentar