Selasa, 22 maret
2011
I AM JEALOUS GIRL
“ Ra mau nggak jadi pacar aku ? “
“ What?
Nggak salah nih ? “
“ Nggak Ra. My
heart udah mentok only for you. “
“ Gimana ya? Aku nggak bisa jawab sekarang. “
“ No problem.
Aku tunggu besok di taman ya. “
Nggak
pernah ku bayangin cowok setampan Faris bakal nembak aku. ” Oh My God,mimpi apakah aku semalam?
Ataukah sekarang aku masih bermimpi ? “, tanyaku dalam hati. Lalu ku cubit
tanganku, ternyata sakit. Berarti ini memang nyata. Aku jadi bingung, besok aku
mesti bilang apa sama Faris. Aku pingin banget nerima dia, tapi kalau diingat
pengalaman pacaran aku. Aku pingin nolak dia. Soalnya aku nggak ingin menyakiti
orang yang benar-benar ku suka.
Waktu
24 jam ternyata nggak cukup buat berfikir. “ Tuhan, apa yang harus ku katakan
pada dia? “, tanyaku dalam hati. “ Apapun yang terjadi aku harus menemuinya. “
Dengan berbekal rasa bimbang aku
menemuinya di taman. Ternyata dia udah nunggu aku dari tadi. Aku makin bingung
jadinya.
“ Morning
Ra. “
“ Morning too Ris.
“
“ Aku pikir kamu nggak akan datang Ra. “
“ Ah, nggak mungkin aku nggak datang Ris. “
“ Ya, kan siapa tahu. Terus, gimana jawabannya Ra ?
“
“ Jawaban apa Ris ? “
“ Jawaban untuk pertanyaanku kemarin. ( Sambil
berlutut dan memegang tanganku ). Kamu mau nggak jadi pacarku ? “
“ Sorry Ris. Aku nggak bisa, aku nggak mau
menyakiti hati kamu. “
“ Fahra kamu nggak akan menyakiti hati aku. “
“ Kamu yakin Ris ? “
“ Yakin. Yakin banget. “
Aku
pun terdiam. “ Apa yang harus kukatakan ya Tuhan ? “, tanyaku dalam hati.
“ Ra kok diam ? Gimana Ra ? “
“ Hmm, gimana ya? Aku bingung Ris! “
“ Ya udah Ra, nggak apa-apa kok kalau kamu nggak
mau. “
Raut
wajah Faris berubah menjadi sedih. Dan dia pun berpaling dariku. Selangkah demi
selangkah, dia makin jauh dari tempat aku berdiri. Dengan perasaan bimbang
akhirnya aku memanggil Faris.
“ Faris. “
“ Apa lagi Ra ? “
“ Aku…….., aku mau jadi pacar kamu. “
“ Benaran Ra ? ”
“ Hm, benar. ”
Faris
berlari mendekatiku lagi. Ku melihat senyuman yang menghiasi wajah tampannya.
Namun dalam hati aku masih berfikir, “ Apakah aku nggak akan nyakitin dia ? “
Apa
yang ku bayangkan terjadilah. Belum ada satu minggu pacaran, sifat jealous-an aku udah kumat lagi. Apapun
yang Faris lakukan aku harus tahu. SMS aku nggak dibalas atau telepon aku nggak
di angkat, aku pasti marah-marah sama dia. Apalagi kalau aku ngajak dia
ketemuan atau jalan-jalan, tapi dia nggak mau. Aku pasti ngambek terus nuduh
dia selingkuh, dan kemungkinan besar aku minta putus sama dia. Sebenarnya aku
dari pertama kali pacaran udah jealous-an
kayak gini. Aku udah berusaha untuk nggak kayak gitu terus, tapi mau gimana
lagi. Apalagi ditambah Faris itu cowoknya ganteng dan idola cewek-cewek di
sekolah. Nggak ketulungan deh cenburuku sama dia. Pokoknya kemana pun dia
perggi, aku harus ada disampingnya. Untung aja aku satu kelas, jadi aku bisa
duduk sama dia. Aku nggak pernah peduli sama perasaan dia. Mau dia marah, kesel
ataupun risih dengan sikapku ini, aku nggak peduli. Ya ini memang karena I’m jealous and egoist girl.
Suatu
hari aku lancong ke rumahnya Faris. Aku sengaja nggak bilang sama dia, karena
aku pingin kasih dia surprise. Sesampainya
aku disana, aku disambut baik oleh pembantunya Faris. Kemudian ku di persilakan
untuk masuk dan dia menyuruhku untuk duduk. Lama aku menunggu Faris, tapi dia
nggak datang-datang. Karena bosan, aku aku pun berjalan-jalan keliling rumah
Faris. Saat ku melirik ke kolam renang, tanpa sengaja aku melihat Faris
menciumseorang cewek. Walaupun hanya sekilas ku lihat, tapi hatiku teriris-iris
rasanya. Pingin banget aku nyamperin mereka, tapi niat itu ku urungkan. “
Mungkin cewek itu lebih cocok jadi pacarmu Ris.“, pikirku dalam hati. Faris
menoleh ke arahku., aku pun berlari meninggalkan tempat itu. Aku terus berlari,
berlari, dan berlari hingga aku sampai di rumah. Tanpa menoleh lagi
kesekeliling rumah, aku langsung masuk ke kamarku. Handphone ku sudah berdering sedari tadi, tapi aku nggak
menghiraukannya. Akhirnya satu pesan masuk di handphone ku.
“ Fahra sayang kamu kenapa ? Apa kamu cemburu
melihat aku tadi? Sayang, apa aku salah mencium Ibuku sendiri ? “
Aku
benar-benar terkejut membaca SMS itu. Aku nggak nyangka kalau itu Ibunya Faris.
“Betapa bodohnya aku. Ya Tuhan, apakah sikapku ini berlebihan padanya?”. Aku
pun keluar dari kamarku, ternyata Faris telah berada disana. Tanpa pikir
panjang lagi, aku langsung memeluk Faris.
“ Ris, maafin aku ya. “
“ Iya Ra, nggak apa-apa kok! “
“ Kalau kamu mau marah sama aku, silahkan kamu marah
Ris. Aku tahu, aku udah salah. “
“ Sayang, aku punya seribu alasan untuk nggak marah
sama kamu. Tapi, aku harap kamu bisa mengurangi rasa cemburu kamu sama aku.”
“ Iya Ris, akan aku usahakan.”
“ Aku akan bantu kamu Ra.”
“ Thanks
ya Ris. Kamu udah mau nerima aku apa adanya. Dan kamu udah mau bersabar
meskipun aku selalu menyakiti kamu dengan sifatku ini.”
“ Kamu jangan bilang gitu Ra. Semua ini aku lakukan
karena aku sayang sama kamu. I Love You Ra.”
“ I Love You
Too Ris. “
Betapa
beruntungnya aku memiliki pacar seperti Faris. Aku nggak akan rela ngelepasin
cowok baik kayak dia. Dan, mulai saat itu aku pun mencoba merubah sifatku.
Karena aku juga ingin melihat Faris bahagia bisa pacaran sama aku.
By:
Ni Luh Dea Elsa
Anggreni
23.02
AST Tour Driver Bali

Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar